Doa agar Selamat dari Riya'

Muttaqin
•
Doa agar Selamat dari Riya'

Riya Penyakit Hati yang Sangat Halus

Riya’ adalah salah satu penyakit hati yang sangat berbahaya. Secara bahasa, riya’ berarti memperlihatkan atau menampakkan sesuatu kepada orang lain. Adapun secara istilah, riya’ adalah melakukan amal kebaikan dengan tujuan agar dilihat, dipuji, atau mendapatkan penghargaan dari manusia.

Riya’ disebut sebagai syirik yang tersembunyi (الشِّرْكُ الْخَفِيُّ) karena seseorang dapat melakukan amal yang secara lahiriah baik, tetapi di dalam hatinya terdapat keinginan selain mencari ridha Allah ta’ala.

Rasulullah ﷺ bersabda:

أَلَا أُخْبِرُكُمْ بِمَا هُوَ أَخْوَفُ عَلَيْكُمْ عِنْدِي مِنَ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ؟ قَالُوا: بَلَى، قَالَ: الشِّرْكُ الْخَفِيُّ، أَنْ يَقُومَ الرَّجُلُ فَيُصَلِّيَ، فَيُزَيِّنُ صَلَاتَهُ لِمَا يَرَى مِنْ نَظَرِ رَجُلٍ.

“Apakah kalian mau aku beritahukan sesuatu yang lebih aku khawatirkan atas kalian daripada Al-Masih Ad-Dajjal?” Para sahabat menjawab, “Tentu.” Beliau bersabda, “Syirik yang tersembunyi, yaitu seseorang berdiri untuk salat, kemudian ia memperindah salatnya karena melihat ada orang yang memperhatikannya.” (HR. Ibnu Majah dan Ahmad).

Hadis ini menunjukkan betapa halusnya riya’. Seseorang bisa beribadah kepada Allah, tetapi pada saat yang sama hatinya mulai memperhatikan pandangan manusia.

Riya’ dapat muncul dalam shalat, sedekah, membaca Al-Qur’an, menuntut ilmu, mengajar, umrah, haji bahkan dalam dakwah. Karena itu, seorang muslim tidak cukup hanya memperbanyak amal, tetapi juga harus menjaga keikhlasan amalnya.

Doa Memohon Perlindungan dari Riya

Karena riya’ merupakan penyakit hati yang sulit diketahui, kita tidak boleh hanya mengandalkan diri sendiri. Kita membutuhkan pertolongan Allah agar hati kita tetap ikhlas.

Rasulullah ﷺ mengajarkan sebuah doa:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ شَيْئًا أَعْلَمُهُ، وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لَا أَعْلَمُهُ

“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari mempersekutukan-Mu dengan sesuatu yang aku ketahui, dan aku memohon ampun kepada-Mu dari sesuatu yang tidak aku ketahui.”(H.R. Bukhari No.716)

Perhatikan kandungan doa tersebut. Kita tidak hanya memohon perlindungan dari kesyirikan yang kita ketahui, tetapi juga memohon ampun dari kesyirikan yang tidak kita sadari. Ini sangat penting dalam persoalan riya’. Bisa jadi seseorang merasa dirinya sudah ikhlas, tetapi tanpa disadari hatinya menginginkan pujian manusia. Karena itu, seorang mukmin hendaknya sering berdoa agar Allah membersihkan hatinya dan menerima amalnya.

Penutup

Semoga Allah menjaga hati kita dari riya, mengampuni kekurangan kita dalam menjaga keikhlasan, menerima amal-amal kita, dan menjadikan setiap ibadah yang kita lakukan semata-mata karena mengharap wajah-Nya.

Ba'da Ashar, Bukittingi Rabu 6 rabiul awwal 1488 H/ 19 Agustus 2026

 

Penulis : Dr. Muttaqin, S.Pd.I,M.H

Bagikan Tulisan Ini

Tulisan Terkait