Hal yang Harus Diwaspadai pada Awal Perkembangan Anak

Muttaqin
•
Hal yang Harus Diwaspadai pada Awal Perkembangan Anak

Hindari teriakan, mengasuh dengan kasih sayang

Suatu ketika, Rasulullah ﷺ menggendong cucunya Hasan yang diasuh oleh Ummu al-Fadhl. Saat Rasulullah ﷺ sedang menggendong, bayi tersebut mengencinginya. Mengetahui sang bayi mengencingi Rasulullah ﷺ, Ummu al-Fadhl merenggut bayi tersebut dengan kasar. Kemudian Rasulullah ﷺ mengatakan:

ارْفُقِي بِابْنِي ، رَحِمَكِ اللَّهُ ، أَوْ : أَصْلَحَكِ اللَّهُ ، أَوْجَعْتِ ابْنِي قَالَتْ : قُلْتُ : يَا رَسُولَ اللهِ ، اخْلَعْ إِزَارَكَ ، وَالْبَسْ ثَوْبًا غَيْرَهُ حَتَّى أَغْسِلَهُ ، قَالَ : إِنَّمَا يُغْسَلُ بَوْلُ الْجَارِيَةِ ، وَيُنْضَحُ بَوْلُ الْغُلاَمِ.

“Bersikaplah lembut kepada anakku, semoga Allah merahmatimu—atau semoga Allah memperbaikimu. Engkau telah menyakiti anakku.” Ummu al-Fadhl berkata: “Aku berkata, ‘Wahai Rasulullah, lepaskanlah kainmu dan kenakanlah pakaian yang lain agar aku dapat mencucinya.’” Beliau ﷺ bersabda, “Sesungguhnya kencing bayi perempuan dicuci, sedangkan kencing bayi laki-laki cukup diperciki dengan air.” (H.R. Ahmad No. 27412)

Peristiwa seperti di atas pernah diteliti oleh seorang ilmuwan, pakar biologi dan anatomi sel, Lise Eliot, yang hasilnya dituangkan dalam buku What’s Going On in There? How the Brain and Mind Develop in the First Five Years of Life.

Eliot melakukan penelitian tentang otak pada bayinya sendiri, Julia. Dipasanglah elektroda atau alat yang menyambungkan antara kepala bayinya dengan komputer. Di saat Eliot menyusui, terlihat di monitor komputer saraf-saraf itu membentuk rangkaian yang indah. Ketika Eliot sedang mengagumi rangkaian tersebut, Julia menendang salah satu kabel. Teriaklah Eliot, “No!” Apa yang terjadi? Eliot melihat sel saraf tadi menggelembung seperti balon dan akhirnya pecah. Terjadilah perubahan warna yang menandakan bahwa sel saraf tersebut rusak.

Luar biasa, hanya sebuah teriakan “No” bisa menghancurkan sel-sel saraf pada otak anak kita. Bagaimana dengan apa yang kita lakukan sehari-hari? Teriakan, omelan, pengabaian, dan sebagainya?

Anak-anak tujuh tahun pertama belum memasuki fase tamyiz. Belum mengerti apa yang sebenarnya dan seharusnya. Mereka justru butuh arahan, bukan evaluasi. Arahkan terus dengan baik dan benar, sehingga suatu saat ia paham dan sadar.

Hindarkan Anak Kita dari Layar, Khususnya 2 Tahun ke Bawah

Dari beberapa penelitian yang ada, gadget dengan layarnya bisa dibilang hampir tidak ada manfaatnya untuk anak usia di bawah 2 tahun. Justru lebih banyak dampak buruknya.

Banyak penelitian yang mengungkap dampak buruk layar bagi anak-anak di usia ini. Ada penelitian yang menyatakan bahwa menonton layar sewaktu bayi berdampak pada perkembangan bahasa yang buruk.

Adegan yang terlalu cepat berpindah dengan warna-warni yang tajam berdampak pada perkembangan perhatian yang terganggu. Bahkan, ada penelitian longitudinal yang menyatakan bahwa dengan menonton layar, apalagi dengan konten yang cenderung kasar di usia 3 tahun ke bawah, berpotensi untuk mengidap ADHD atau gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas.

Perkembangan otak dan usia anak-anak di usia ini belum sempurna. Sangat berpotensi berlipat lebih berbahaya dibandingkan orang dewasa yang sudah sempurna perkembangannya.

Dr. Tallie Z. Baram mengatakan bahwa efek radiasi kepada anak-anak sangat mengkhawatirkan karena otak yang masih berkembang sangat mungkin terkena radiasi. Dan gelombang radiasi inilah yang dapat mengganggu sel-sel listrik di perkembangan otaknya. Jadi, atas alasan apa kita memberikan gadget, khususnya pada anak 2 tahun ke bawah? Sibuk dengan pekerjaan? Lelah? Atau tidak tahu harus bagaimana biar anak nyaman?

Sebenarnya, ada banyak mainan stimulatif selain gadget. Bahkan kardus bekas pasta gigi pun bisa menyibukkan anak-anak kita dengan imajinasinya yang kuat. Tapi, ketika anak sudah kenal gadget dan keluar dopamin (zat bahagia) karena gadget, sangat mungkin anak-anak kita hanya mau “dipuaskan” dengan gadget. Jadi, jangan memulai ketika tidak mampu untuk mengakhirinya.

Referensi

·        Hilman Madani, Parentime

·        Musnad Imam Ahmad

Bukittinggi,  kamis 20 agustus 2026

Oleh: Muttaqin

Bagikan Tulisan Ini

Tulisan Terkait